ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

ANALISA DAN PENELITIAN

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

Topik-topik Lanjutan Sistem Informasi

Penulisan ilmiah

Semester Genap 2013/2014

Oleh

Yoga Sena 1501209490

06PJM 

Bina Nusantara University

Jakarta

2014




Abstrak

TUJUAN PENULISAN, ialah membahas konsep enterprise resource planning

serta penerapan enterprise resource planning diberbagai perusahaan it untuk

menghasilkan sebuah pengetahuan tentang sampah elektronik dan sebuah solusi

dan pendekatan enterprise resource planning yang berbuah manfaat dan hasil bagi

perusahaan yang sudah memakai prinsip enterprise resource planning.

METODOLOGI ANALISA yang di gunakan terdiri dari 1 metode, yaitu

Metodologi analisis sistem berjalan. Metodologi analisis sistem berjalan hal yang

dilakukan meliputi survey ke berbagai perusahaan it yang sudah melakukan

enterprise resource planning , mencari informasi tentang enterprise resource

planning, melakukan wawancara dan studi pustaka.

HASIL YANG INGIN DICAPAI penulis ingin memberikan pemahaman konsep

tentang enterprise resource planning dan tata cara penerapan baik solusi maupun

pendekatan masalah enterprise resource planning di berbagai perusahaan it agar bisa

memanfaatkan sampah elektronik untuk didaur ulang agar tidak menjadi sampah

elektronik dan menciptakan kehidupan linkungan yang berkelanjutan.

SIMPULAN penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui applikasi

enterprise resource planning mengapa applikasi tersebut mampu meningkatkan

kinerja perusahaan serta mencari tahu bagaimana cara menerapkan applikasi di

suatu perusahaan serta langkah – langkah apa saja yang harus dilakukan untuk

mengimplementasikan enterprise resource planning pasa suatu perusahaan

Kata Kunci

Analisis, penelitian, konsep, penerapan , enterprise resource planning


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sejak diusulkan sekitar tahun 1960an, sistem ERP telah mengalami evolusi

yang cukup drastic hingga mencapai bentuk seperti yang sekarang ini dikenal.

Cikal bakal sistem ERP adalah konsep Material Requirement Planning

(MRP) atau perencanaan kebutuhan material, yang merupakan kelanjutan dari

proses pengelolaan bill of material (BOM) atau daftar kebutuhan maretial yang

harus diseakan untuk proses suatu prosuk tertentu. Perintis MRP memikirkan sebuah

metode untuk mengelola order material dan komponennya, yang kahirnya dikenal

dengan konsep MRP.

Konsep MRP kemudia dengan cepat berkembang, lebih dari sekedar

mengelola order dengan lebih baik. Dari berbagai implem,entasi akhirnya disadari

bahwa MRP dapat dimanfaatkan untuk member sinyal, kapn harus melakukan order

ulang yang dikenal dengan Close Loop MRP.

Kemudian dasar ERP diturunkan dari MRP II, tetapoi proses bisnisnya

diperluas dan lebih sesuai diterapkan pada kondisi perusahaan yang memiliki

beberapa unit bisnis. Dengan sistem ERP, maka integrasi keuangan lebih ditekan,

alat bantu rantai pasok, dukungan atas binis melintas batas fungsi organisasi, bahkan

melintas antar perusahaan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Tujuan utama implementasi sistem ERP adalah agar perusahaan dapat

menjalankan binis dalam kondisi yang cepat berubah dan sangat kompetitif, dan jauh

lebih baik dari sebelumnya

Sistem Extended ERP (ERP II) mulai diluncurkan sekitar tahun 2000an.

Sistem ERP II ini disebut Extended ERP, karena merupakan perluasan dari fungsi

– fungsi yang ada pada sistem ERP, yaitu mencakup fungsi-fungsi yang dapat

menjebatani komunikasi dengan supplier dan konsumen. Sistem Extendewd ERP

ini tidak hanya berfokus pada konsumen, proses produksi, transaksi real time,

management asset perusahaan, bahkan berfokus pada usaha optimasi seluruh

jaringan bisnis, termasuk integrasi dengan supplier.

1.1 Ruang Lingkup

Dalam penulisan yang bertemakan Enterprise Resource Planning ini penulis

menentukan beberapa poin penting untuk dijadikan ruang lingkup penelitian. Ada

pun beberapa ruang lingkup tersebut adalah :

1. Sejarah ERP

Di dalam ruang lingkup ini penulis akan membahas sejarah ERP pertama

kali muncul ada pun sejarah yang sudah penulis ceritakan di latar belakang

hanyalah sebagian kecil dari sejarahnya yang akan dibahas lebih.

2. Aplikasi Sisterm ERP

Di ruang lingkup ini penulis akan menjelaskan lebih detail tentang

pengertian dan dampak buruk dari E-Waste tersebut, sehingga nantinya pembaca

karya ilmiah ini dapat menyadari betapa pentingnya pengaplikasian green

computing dalam mengolah limbah peralatan ICT.

3. Implementasi Sistem ERP

Pada tahapan implementasi, difokuskan untuk dapat menyelesaikan

target dalam stratedi visi, termasuk merancang implementasi, membangun

implementasi , dan menyebarkan implementasi kepada pihak pengguna terkait.



1.2 Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari Enterprise Resource Planning (ERP) adalah:

1. Memproses sebagian besar dari transaksi perusahaan

2. Menggunakan database perusahaan yang secara tipikal menyimpan

setiap data sekali saja

3. Memungkinkan akses data secara real time

4. Memadukan sebagian besar dari proses bisnis

5.Memungkinkan penyesuaian untuk kebutuhan khusus tanpa

melakukan pemrograman kembali

Menurut James A O’Brien, Penerapan sistem ERP memiliki banyak manfaat,

seperti sebagi berikut :

1. Kualitas dan efisiensi. Sistem ERP dapat menciptakan kerangka kerja

untuk mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis internal

perusahaan yang menghasilkan peningkatan signifikan dalam kualitas

dan efisiensi layanan pelanggan, produksi dan distribusi.

2. Penurunan biaya. Sistem erp dapat menurunkan biaya yang signifikan

dalam pemrosessan transaksi dan hardware, software serta karyawan

pendukung Teknologi informasi, jika dibandingkan dengan sistem

yang tidak terintegrasi yang digantikan oleh sistem ERP.

3. Pendukung keputusan. Sistem ERP dapat mempermudah tugas –

tugas management sehari –hari dalam mempermudah pengambilan

keputusan dan melakukan fungsi management yang meliputi

diantaranya dibidang perncanaan, pengorganisasian, pengawasan dan

pengendalian.

4. Kelincahan perusahaan. Dalam mengimplementasikan sistem ERP

dapat menghilangkan perbedaaan budaya antara departemen, sehingga

data dapat diintegrasikan. Dan menghilangkan dinding department

dan fungsi berbagai proses bisnis, sistem informasi dan sumberdaya

informasi sehingga menghasilkan struktur organisasi.

5. Sistem Terintegrasi. Sistem ERP menawarkan sistem terintegrasi

dalam perusahaan, sehingga proses dan pengambilan keputusan dapat

dilakukan secara efektif dan efisien

6. Sistem ERP menjamin seluruh aktivitas dilakukan sesuai dengan

prosedur yang telah ditetapkan misalnya fungsi pembelian harus

melalui perhitungan perencanaan kebutuhan barang setelah itu order

pembelian kemudian peneriamaan barang selanjutnya peengakuan

hutang. Dengan demikian seluruh aktivitas dapat berjalan effisien dan

effektif

7.Sistem ERP mengendalikan seluruh proses bisnis dengan

menggabungkan seluruh aktivitas masing-masing departemen dalam

satu sistem yang terintegrasi. Dengan sistem yang terintegrasi dapat

dihindari kebocoran, pemborosan, penyalahgunaan sumber daya

perusahaan dan alokasi sumber daya yang tidak tepat.

1.3 Sistematika Penulisan

Penulisan karya ilmiah ini dijabarkan dalam empat bab yang terdiri

dari:


BAB 1 : PENDAHULUAN

Bab pertama ini menguraikan latar belakang penulisan Karya

ilmiah, ruang lingkup yang berisi batasan pembahasan yang

terdapat di dalam topik ini, tujuan dari penulisan dan manfaat apa

saja yang diharapkan, metodologi pembuatan karya ilmiah, dan

sistematika penulisan yang digunakan yang penulis gunakan.

BAB 2 : LANDASAN TEORI

Bab kedua menguraikan mengenai pembahasan konsep

dan landasan teori yang terbagi dalam teori-teori umum dan teori-
teori khusus yang berhubungan dengan topik yang dibahas

sebagai landasan dalam penulisan karya ilmiah Enterprise

Resource Planning ini.

BAB 3 : PEMBAHASAN

Bab ketiga menguraikan mengenai pembahasan topik yang

kami sajikan, di bab ketiga ini kami juga menjelaskan hasil

penelitiian kami secara detail agar bisa dimengerti oleh pembaca



BAB 4 : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab keempat merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan

dan saran yang telah diperoleh penulis dari hasil penelitian

sesuai dengan topik yang diangkat, serta berisi saran-saran

terhadap pihak yang terkait untuk manfaat dari sistem ERP bagi

perusahaan.



BAB 2

LANDASAN TEORI

Sistem memiliki banyak pengertian, tetapi pada dasarnya pengertian

tersebut memiliki maksud yang sama. Dalam analisis dan perancangan

sistem informasi penulis harus memahami terlebih dahulu pengertian sistem

informasi agar dapat melakukannya.

Berikut adalah pengertian sistem informasi secara umum :

Menurut Raymond Mc Leod, Ir. George Schell (2000,p9), Sistem

adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang sama untuk

mencapai suatu tujuan organisasi seperti perusahaan atau area bisnis yang


2.1.2 Pengertian Management

Menurut Stephen P. Robbin, Marry Coulter (2012,p8), Management

adalah suatu tindakan yang melibatkan koordinasi dan mengawasi kegiatan

pekerjaan orang lain sehingga kegiatan tersebut selesai secara efisien dan

Menurut Rainer dan Turban (2009,p6), Informasi adalah data yang

telah diatur sehingga mereka memiliki arti dan nilai bagi penerima.

2.2 Enterprise Resource Planning (ERP)

Enterprise Resource planning (ERP) merupakan singkatan dari tiga

elemen kata enterprise (Perusahaan/Organisasi), Resource (Sumber Daya)

Planning (Perencanaan). Tiga kata tersebut mencerminkan sebuah konsep

yang berujung pada kata kerja Planning. Dengan demikian, berarti ERP

menekankan kepada aspek perencanaan.


2.2.1 Infratrusktur Sistem ERP

Infrastruktur merupakan hal utama dalam perencanaan pemakaian

sistem ERP, karena dengan adanya infrastruktur yang kuat, maka dapat

dikatakan bahwa perusahaan telah membangun pondasi yang kuat. Secara

umum infrastruktur sistem ERP yang perlu diperhatikan adalah sebagi berikut

Orang – oirang yang terli9bat dalam penerapan system ERP

merupakan faktor yang sangat penting, terutama dalam hal komitmen waktu,

dukungan tpo managhement, rasa memiliki (sense of belonging), keterlibatan

(involvement), semangat (spirit), dan rasa perlawanan yang minimum.

Dengan demikian pihak konsultan tetap peduli untuk memberiokan support

dan memberikan dokumentasi yang jelas.

Berkaitan dengan proses bisnis berjalan dan proses bisnis ke depan

dengan penerapan sistem ERP. Dalam proses implementasi sistem ERP,

harus ada control dari tiap bagian , maka suatu perusahaan harus sudah

memiliki bisnis prosedur yang baik yang akan diterapkan dalam implementasi

Penerapan sistem ERP identik dengan invcestasi yang relative besar,

dimana teknologi meliputi dari infrastruktur jaringan, hardware, software.

Untuk software lebih optimal dengan melihat skalabilitay, maintance dan

perkembangan dimasa mendatanmg. Untuk database umumnya memakai

relational database dimana arsitekturnya sudah menggunakan client server

dan untuk beberapa sistem ERP tertentu sudah ada yang menggunakan web


2.2.2 Tahapan Methodology Sistem Terintegrasi

Menurut (Andree Yee and Atul Apte), dalam menerapkan sistem

integrasi yang selaras dengan strategti bisnis, maka perlu diperhatikan

tahapan metodologi sistem integrasi sebagai berikut:

Pada tahapan strategi, difokuskan pada tujuan bisnis dan

pengembangan teknologi yang diselaraskan pada visi organisasi yang telah

ditentukan, dengan mengetahui bagian sendiri, bagian pelanggan sendiri dan

Pada tahapan perencanaan, dilibatkan hal-hal teknis dan non teknis

prototype yang berkaitan dengan project pengembangan sistem terintegrasi

dan meyakinkan bahwa semua aspek dalam perencanaan dapat dilaksanakan

dengan baik, termasuk pengadaan sistem integrasi melalui membangun

sendiri atau membeli dari supplier software, merencakanan jadwa dan

Pada tahapan implementasi, difokuskan untuk dapat menyelesaikan

target dalam stratedi visi, termasuk merancang implementasi, membangun

implementasi , dan menyebarkan implementasi kepada pihak pengguna

pada tahapan evaluasi, difokuskan untuk mengevaluasi tahapan

poerencanaan dengan implementasi, melakukan perbaikan dari praktek

terhadap hal-hal yang tidak efektif dan melakukan pengukuran dan

pengembangan sistem agar sesuai strategi visi


2.2.3 Konsep dan arsitektur sistem ERP

Enterprise Rersource Planning (ERP) merupakan konsep untuk

merencanakan dan mengeluola sumber daya perusahaan, yaitu berupa paket

aplikasi program terintegrasi dan multi modul yang dirancang untuk melayani

dan mendukung berbagai fungsi dalam perusahaan(to serve and support

multiple business functions), sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan

dapat memberikan pelayanan lebih bagi konsuimen, yang kahirnya dapat

menghasilkan nilai tambah dan memberikan keuntungan maksimal bagi

semua pihak yang berkepentingan.

integrasi dalam konsep sistem ERP berhubungan dengan interpretasi

• menghubungkan antara berbagai aliran proses bisnis metode

dan teknik berkomunikasi

• keselarasan dan sinkronisasi operasi bisnis

• koordinasi operasi bisnis

Financial dan Accounting

• cost center and profit center

• account payable

• account receivable

• cash/bank management (cash Flow management)

• treasury management

• general ledger (income statement & balance sheet)

Sales dan distribution

• komisi, discount, credit notes

• order production

• planning production control – order production

• master planning

• MRP (material requirement Planning)

• Product Costing

• Inventory Movement (transfer)

• Inventory Management

• Multiple Warehouse Location

• Product category

• Physical and valuation inventory



BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Applikasi ERP

3.1.1 Sejarah ERP

Sistem ERP telah ada sejak tahun 1960an, dimana awalnya hanya

berfokus pada sistem fabrikasi untuk pengendalian persediaan. Dan

sekarang ini, sistem ERP telah banyak mengalami evolusi pergeseran dari

pengegndalian menjadi pengolahan sumber daya.

Tahun 1960an Sistem Fabrikan fokus kepada pengendalian

inventory (Inventory Control) Tahun 1970an Fokus bergeser pada MRP

(Material Requirement Planning), yang menerjemahkan jadwal utama suatu

produk menjadi kebutuhan berbasis time-phased net, untuk perencanaan dan

pengadaan barang sebagian jadi, komponen maupun bahan baku, Tahun

1980an MRP-II (Manufacturing Resource Planning) berkembang mencakup

pengelolaan operasi produksi (Shop Floor) dan activitas pengelolaan

distribusi, Tahun 1990an MRP-II dikembangkan lagi mencakup aktivitas

rekayasa keuangan sumber daya manusia, pengelolaan proyek yang

melingkupi hampir semua aktivitas sistem organisasi usaha (business

enterprise), yang kemudian dikenal dengan istilah enterprise resource

planning (ERP). Tahun 2000an endtended ERP menjadi ERP II sekarang

Dalam situasi krisis ekonomi seperti sekarang ini, maka penerapan sistem

ERP tidak hanya sekedar memberikan suatu informasi bagi pengguna, tetapi

dituntut dapat memberikan alternatif keputusan yang diperlukan bagi

pengguna, tetapi dituntut dapat memberikan alternative keputusan yang

diperlukan bagi level managerial untuk pengambilan keputusan lebih lanjut,

terutama dapat memberikan solusi bisnis dan dapat memenangkan persaingan

bisnis bagi suatu perusahaan. Tujuan perusahaan perluasan sistem ERP

berdasarkan kebutuhan bagi suatu organisasi, untuk sapat berkompetitif dan

memenangkan persaingan bisnis, sehingga suatu organisasi dituntut untuk

memberikan informasi yang akurat, uptodate, dan informatif bagi

pengambilan lebih lanjut.

Awalnya sejak tahun 1960an, peranan Sistem ERP hanya pada area

fungtional sebagai pengendalian Inventory dan produksi saja, yang dikenal

dengan istilah Material Requirement Planning. Kemudian sejak tahun

1970an, sistem ERP mengalami perluasan pada areal fungsional Engineering

yang dikenal dengan istilah Close Loop MRP. Kemudian sejak tahun 1980an

sistem ERP mengalami perluasan pada area fungsional Finance dan Human

Resource Management, yang dikenal dengan istilah Manufacturing Resource

Planning (MRP II). Kemudian sejak tahun 1990an, sistem ERP mengalami

perluasan pada area fungsional delivery, yang dikenal dengan istilah

Enterprise Resource Planning (ERP). Kemudian sejak tahun 2000an hingga

sekarang, sistem ERP telah mengalami perluasan pada semua area fungsional

suatu organisasi, yaitu sales dan marketing, Customer Support, dan Supplier

Management, yang di kenal dengan istilah Extended ERP (ERP II).


3.1.2 Procurement

Hampir dalam setiap perusahaan, terlebih pada perusahaan yang

bergerak di industry manufaktur, sangatlah diperlukan hal pengadaan bahan

efektif dan efisien guna mendukung kelancaran dalam proses produksi. Hal

ini akan sangat mempengaruhi tingkat efisiensi dan produktivitas produksi,

bila pengadaan bahan baku yang diperlukan proses produksi tersedia atau

saldo persediaan tersebut mencukupi dalam proses produksi. Untuk menjamin

kelancaran dalam proses produksi, khususnya suatu sistem procurement

dengan dukungan sistem komputerisasi yang terintegrasi atau dikenal

deengan istilah sistem ERP – Procurement

Proses system procurement, diawali dengan kebutuhan bahan yang

dibutuhkan dan tidak tersedia di gudang. Kemudian dilanjutkan dengan

aktivitas yang meliputi pembuatan permintaan pembelian (purchase

requitision), melakukan seleksi pemasok dari penawaran yang diterim,

pembuatan pesanan pembelian (purchase order) kepada pemasok, transaksi

penerimaan barang (good receipt), transaksi verifikasi invoice , transaksi

pengembalian pembelian (purchase return) dan transaksi pembayaran hutang

usaha (payment).

3.1.3 Permintaan Pembelian (Purchase Requitision and Approval)

Kegiatan permintaan pembelian (Purchase Requisition -PR) dari

departementerkait yang ditujukan kepada departemen pembelian merupakan

awal terjadinya proses pengadaan. Proses penerbitan form Purchase

Requisition yang berkaitan untuk keperluan proses produksi, biasanya pada

perusahaan industry manufacturing akan dikoordinasikan oleh departemen

PPIC (Planning Production Inventori Control) sebagai coordinator

permintaan barang yang berkaitan langsung dengan proses produksi. Dengan

mempertimbangkan bahwa rencana order penjualan yang telah diterima dan

ketersediaan saldo persediaan di gudang, maka petugas departemen PPIC

akan melakukan pembuatan permintaan pembelian pada aplikasi sistem ERP,

kemudian setelah persetujuan oleh kepala departemen PPIC, maka formulir

permintaan pembelian tersebut akan didistribusikan kepada departemen

purchasing untuk proses pembelian lebih lanjut.


3.1.4 Pesanan Pembelian

Berdasarkan spesifikasi barang pada form permintaan pembelian,

maka petugas dan departemen Purchasing akan melakukan pemilihan

pihak pemasok dan negosiasi harga berdasarkan penawaran yang telah

dikonfirmasikan oleh pihak pemasok. Setelah melakukan perbandingan

dan pertimbangan dari beberapa penawaran yang diterima, seperti : harga,

pelayanan, spesifikasi barang, dan sebagainya maka petugas departemen

Purchasing akan mengentry data pada aplikasi sistem ERP untuk pembuatan

pesanan, quantity, harga satuan, syarat pembayaran, alamat pengiriman,

spesifikasi barang yang akan dibeli dan sebagainya. Setelah selesai

penginputan data tersebut, maka akan dilakukan pencetakan form pesanan

pembelian dan meminta persetujuan/tanda tangan pejabat yang berwenang,

kemudian Purchase Order tersebut akan didistibusikan kepadfa departemen

terkait proses poenerimaan barang.

Dalam praktik bisnis, sering dijumpai bahwa akan terjadinya

transaksu pengembalian pembelian (purchase return) dengan alasan tertentu,

yaitu barang telah diterima tersebut. Transaksi retur pembelian bisa terjadi

yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti : barang tidak bisa digunakan,

type atau spesifikasi barang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam

pesanan pembelian, barang terlah kadaluarsa, dan lain sebagainya.

3.1.5 Laporan yang dihasilkan

Laporan standar yang dihasilkan dari modul Procurement untuk

keperluan operasional dan level managerial adalah sebagi berikut :

• Laporan status permintaan pembelian

• Laporan status pesanan pembelian

• Laporan pembelian

• Laporan return pembelian

• Laporan control pembelian


3.2.1 Sales and Distribusi

Secara umum aktivitas sales dan distribusi adalah suatu kegiatan

mencatat seluruh aktivitas yang berkaitan dengan proses penjualan dan

mengendalikan serta memonitor proses penjualan disuatu perusahaan. Siklus

managemen penjualan dimulai dari kegiatan pre sales (sales contract), yaitu

negosiasi harga dengan pihak pelanggan yang kemudian disertai dengan

pembuatan penawaran harga (quotation). Kemudian dilanjutkan dengan

pemrosesan order penjualan (sales order).

Jika barang di gudang atau didalam inventory sourcing tersedia maka

akan dilakukan shipping, yaitu aktivitas mengirimkan barang ke tempat

pelanggan, dengan terlebih dahulu dilakukan proses pembuatan bukti surat

Untuk aktivitas sales dan distribusi tersebut setiap sistem ERP

mempunyai proses dasar yang hampir sama, tetapi dengan istilah dan

terminology yang berbeda. Hal ini yang membedakan beberapa sistem ERP

dalam memecahkan permasalahan operasional perusahaan. Suatu siklus

managemen penjualan yang efektif dan efisien memiliki hubungan antara

satu proses dengan proses lainya. Untuk mencapi hal tersebut maka sangatlah

dibutuhkan sistem informasi yang terintegrasi

Dalam aktivitas sales dan distribusi sekarang ini, sistem informasi

dituntut untuk semakin fleksibel, user friendly, dan canggih , agar mampu

mengikuti menangani berbagai perubahan dan keadaan tertentu secara tepat

dan cepat, seperti : proses peruhbahan dan keadaan tertentu secara tetap

dan cepat seperti proses : perubahan harga, alokasi persediaan, fleksibel

penggunaan sestem barcode, mendukung kegiatan promosi, ketepatan waktu

pengiriman, dan pengecekan batas platfond


3.2.2 Order Penjualan (sales order)

Sebagai tindaklanjut dari transaksi kontrak penjualan yang telah

disetujui oleh pihak pelanggan untuk dilakukan proses produksi lebih lanjut,

biasanya petugas administrasi marketing akan menerbitkan dokumen order

penjualan (sales order) untuk disetujui pejabat departemen sales marketing

dan distribusikan menjadi sebagai bukti internal

Setelah persetujuan order penjualan maka proses selanjutnya adalah

melakukan invcentory sourcing, yaitu suatu kegiatan pengecekan terhadap

ketersediaan saldo persediaan di gudang untuk menyediakan bahan yang

diperlukan untuk memenuhi order penjualan tersebut, apakah perlu dilakukan

untuk memenuhi order penjualan tersebut apakah perlu dilakukan proses

pesanan pembelian bahan ke pihak pemasok

Biasanya order penjualan terdiri dari :

• Informasi pesanan pelanggan

• Informasi pelanggan

• Informasi barang

• Jumlah barang

• Harga barang

• Jadwal delivery dan informasi shipping

• Informasi faktur

• Informasi kantor penjualan

• Informasi komisi sales

• Informasi syarat pembayaran


3.2.3 Inventory Sourcing

Untuk mengetahui saldo barang tersedia pada suatu lokasi gudang,

dapt diliuhat pada kartu persediaan yang ada dalam aplikasi program sistem

ERP.

Misalnya adanya pengiriman hasil jadi dari departemen produksi ke

departemen gudang, sebagi beukti ketersediaan barang, maka selanjutnya

akan dilakukan kegiatan shipping, yang meliputi kegiatan picking, packing

good issue delivery order, dan pengiriman barang

Setelah barang tersedia di gudang, maka petugas administrasi

penjualan akan menerbitkan surat jalan atau delivery order kepada petugas

3.2.4 Pengembalian Penjualan

Sistem sales dan distribusi, harus dapat mendukung jika terjadinya

keluhan (complaint) dari pihak pelanggan yang disebabkan karena barang

yang telah dikirim salah atau tidak sesuai spesifikasi yang tercantum pada

form sales ordcer, barang yang dikirm mengalami kerusakan atau barang

yang dikirim telah kadaluarsa.

Kegiatan retur penjualan akan menyebabkan tingkat ketidakpuasan

pelanggan. Semakin kecil terjadinya transaksi retur penjualan, maka semakin

baik kinerja perusahaan.

3.2.5 Finance and accounting

Dalam sistem informasi accounting, perlu diperhatikan proses

transaksi dan penyusunan laporan keuangan. Pada sistem ERP, untuk

penyusunan laporan keuangan dilakukan melalui applikasi program General

Ledger. Sebenarnya aplikasi program ini tidak ada pengimputan dan proses

data transaksi, kecuali memorial jurnal. Semua data tranmsaksi diperoleh dari

sistem proses transaksi lainya, seperti :

• Sales transaksi processing sistem : sales order processing, billing,

sales analysis

• Purchases transaction processing sistem : purchases, inventory

processing

• Cash receipt and disburchement transaction processing sistem

accounting receivaables, cash receipts, account payable, cash

disbursements, payroll transaction processing sistem : payroll, time

keeping

3.2.6 Persediaan (inventory)

Inventory bagi perusahaan biasanya digunakan untuk mengatisipasi

kebutuhan pelanggan, dan beberapa alasan mengapa persahaan tetap menjaga

atau menyimpan inventory dalam jumlah yang cukup, adalah sebagai berikut:

• Dapat memenuhi kebuituhan pelanggan pada waktu tertentu

• Mengambil keuntungan ketika potongan harga dari pihak pemasok

• Menghindari dari fluktuasi harga yang meningkat

• Menyediakan persediaan cadangan (buffer) untuk kondisi permintaan

yang tidak menentu

• Menjaga kelangsungan proses produksi

3.2.7 Produksi dan Operasi

Keunggulan modul produksi dan operasi adalah untuk mencatat

aktivitas produksi dan pembebanan biaya bahan per Work Order dengan

menggunakan metode activity Based Costing (ABS) sehingga dapat diketahui

Profit/Loss by produk sebelum dilakukan proses produksi. Kegunaan modul

produksi adalah sebagi berikut :

Mengatur jadwal produksi dengan cepat sesuai dengan jadwal

pengiriman dari order penjualan dan rencana penjualan dengan

mempertimbangkan ketersediaan material dan kapasitas produksi

Meningkatkan pengendalian penggunaan material per Work Order

untuk mencapai tingkat efisiensi kegiatan produksi

3.3.1 Implementasi Sistem ERP

Secara umum, tahapan implementasi sistem ERP meliputi : tahapan

perencanaan, tahapan analisis, tahapan desain, tahapan dukungan teknis, dan

tahapan implementasi

3.3.1 Tahapan perencanaan

Langkah awal implementasi adalah membentuk komite pengarah

yang bertujuan untuk mengidentifikasi tujuan utama dan ruang lingkup

proyek sistem ERP untuk menentukan Project Leader dan anggota tim dalam

membangun sistem

3.3.2 Tahapan analisis

Dalam tahapan analisis, maka komite pengarah telah sepakat untuk

menjalankan proyek implementasi eietem ERP dan sudah menentukan

pendekatan yang akan dilakukan. Tim mulai membentuk kelompok kerja

pada berbagai fungsi diorganisasi untuk mengumpulkan informasi dan

mendefinisikan kebutuhan pengguna. pihak konsuiltan luar dapat dilibatkan

hanya untuk membantu kelompok kerja dalam menjalankan aktivitas analisis

ini.

Tahap akhir fase analisis adalah akan dihasilkan sebuah prototipe

sistem ERP di berbagai fungsi organisasi untuk melakukan simulai dan

menunjukan integrasi antar modul kepada peengguna dan identifikasi

3.3.3 Tahapan desain

Tahapan desain dimulai setelah perusahaan memutuskan vendor atau

konmsultan yang telah dipilih. Tingkat desain tergantung pada pendekatan

sistem ERP, jika memilih satu kesatuan paket, maka pertemuan secara

langsung ditentukan terlebih dahulu jika perusahaan memilih pendekatan

kostumisasi paket, biasanya desain antarmuka akan lebih lama. Jika

pendekatan kombinasi beberapa paket, maka memerlukan desain user

interface yang lebih rumit, karena berbagai paket dari berbagai vendor harus

saling berkomunikasi

3.3.4 Tahapan Dukungan Teknis

Untuk menjamin keberhasilan sistem jangka pendek dan jangka

panjang, maka dukungan teknis dari para pengguna sangatlah diperlukan.

Walaupun semua pengguna sudah mendapatkan pelatihan yang intensif,

namun staff dukungan teknis tetap diperlukan, khususnya untuk perubahan

sistem yang drastic dan komprehensif, misalnya perbaikan koreksi kesalahan

program yuang ditemukan penguna dalam menjalankan sistem baru. Jika

terjadi kesalahan program maka diperlukan respon yang cepat dari konsultan

atau project leader untuk menjaga kepercayaan pengguna terhadap sistem

baru dan demi mendukung kelancaran dan efektifitas kerja

4.3.5 Tahapan implementasi

Dalam tahapan implementasi, semua rencana rekayasa ulang proses

bisnis diterapkan, karena semua hadware, software, data, jaringan sudah

diterapkan , maka hanya dua hal yang perlu dikaji, yaitu orang dan prosedur,

Struktur organisasi dapat berubah, karyawan dapat berpindah posisi (mutasi)

untuk mendukung proses implementasi, biasanya diterapkan beberapa

prosedur kerja baru.

a. Setelah modul selesai dikonfigurasi dan diintegrasikan dengan

b. Pembuatan prototype sistem, yang dilanjutkan dengan dilakukan

c. Verifikasi dan pengujian keseluruhan sistem dan dilakukan

d. Membuat dokumentasi seluruh sistem dan memberikan pelatihan

e. Membuat rencana konversi “rool out” sistem, yang meliputi

komponen dan program lainya, maka tahapan selanjutnya adalah :

validasi beberapa kali iterasi dan dilakukan revisi hingga akhirnya

sistem siap dijalankan

bebrapa konfigurasi ulang untuk meningkatkan kinerja sistem

kepoada semua pengguna sistem

jadwal instalasi sistem diseluruh orhanisasi dengan pendekatan

strategi konversi terpilih

4.2.6 Manfaaat Implementasi

Manfaat implementasi sistem ERP tidak terlepas pada

lingkungan internal perusahaan, tapi dapat diperluas secara vertical

dan horizontal. Perluasan vertikal dapat berupa pemanfaatan

sistem ERP untuk keperluan perencanaan strategis perusaaan dan

mendukung pengambilan keputusan strategis yang dapat memberikan

kompetitif bisnis bagi perusahaan. Sedangakan perluasan horizontal

dapat berupa perluasan keterlibatan pihak luar dalam sistem ERP

melalui pengeembangan sistem ERP dalam bentuk CRM.

berupa paket aplikasi program terpadu yang dapat dikelompokkan

berdasarkan spesialisasi proses bisnis, fungsi, dan industri tertentu,

yang pada umumnya terdiri dari elemen sebagai berikut :

Sistem ERP harus dapat memberikan solusi bisnis yaitu

• Data, yaitu berupa sumber data yang terinteghrasi untuk

seluruh perusahaan, di mana hanya dilakukan satu kali entry

data.

• Integrasi, yaitu berupa kegiatan mengolah, menyimpan, dan

memindahkan data dengan menggunakan paket aplikasi

program

• Fungsionalitas modul, yaitu berupa proses dalam menentukan

interaksi aplikasi program dengan basis data



BAB 4

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Salah satu perkembangan sistem informasi yang dapat membantu jalanya

bisnis suatu perusahaan adalah sistem Enterprise Presource Planning (ERP). SIstem

ERP dan dunia bisnis tidak dapat dipisahkan, karena sistem ERP dapat mendukung

dan membantu operasional bisnis perusahaan. Dalam sistem ERP mengandung

konsep –konsep managemen yang dapat diimplementasikan secara tepat, sehingga

menjadikan pekerjaan operasional suatu perusahaan menjadi lebih efisien dan efektif.

Untuk mencapai hal tersebut, maka sistem ERP sangatlah diperlukan.

Sistem ERP merupkana konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya

perusahaan, yaitu berupa paket aplikasi program terintegrasi dan multi modul

yang dirancang untuk melayani dan mendukung berbagai fungsi dalam perusahaan

(to serve and support multiple business fuctions), sehingga pekerjaan menjadi

lebih efektif dan efisien dan dapt memberikan pelayanan lebih bagi konsumen,

yang akhirnmya dapat menghasilkan nilai tambah dan memberikan keuntungan

(profitable) maksimal bagi semua pihak yang berkepentingan (stake holder).


4.2 Saran

Apabila dalam suatu perusahaan menerapkan sistem ERP sebagai solusi bisnis

perusahaan maka langkah tersebut adalah benar dan tepat karena manfaat yang ada

dalam sistem yang terintegrasi dengan smua bagian fungsi bisnis tersebut tentu akan

meingkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan, akan tetapi apabila sistem

yang telah diimplementasi tidak diimbangi dengan sumberdaya yang unggulan dan

mampu mengoperasikan sistem ERP sesuai departemen yang diberikan tentu hal

ini akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi perusahaan seperti kinerja yang

diharapkan tidak sesuai jadwal yang ditetapkan.

Sehingga agar sistem ERP dapat berjalan dengan baik tentu hal yang harus

dipertimbangkan adalah sumberdaya manusia yang baik sebagai pengatur sekaligus

pengendali seluruh line bisnis sistem ERP.



DAFTAR PUSTAKA

Wijaya F Santo, Darudiato Suprato, “ERP & Solusi Bisnis” Graha Ilmu 2009.

Adi Nugroho, “Analisis dan Perancangan Sistem Informasi” Infromatika Bandung,

2005.

Connolly, T.M., and Begg C.E. “Database Sistem : A Practical. Aproach to Design ,

Implementation, and Management”. 3 rd Ed. Addison Wesley 2002.

Callon Jack D, “Competitive Advantage through information Technology”, McGraw

Hill International Edition, 1996.

Edi Purwono, “Sistem Analis” Andi Yogyakarta, 2002.

Efraim Turban,, JE Aronson, Ting Peng Liang “Decision Support Syetem and

Intelegent Sistems” 6th

Hussain Donna, “Information Management”, Prentice Hall, 1992.

Marianus Sinaga “Accounting Principles”, 14th

Jakarta 2002.

Michael E.Porter, “Competitive Strategy”, Macmilan Puliching Co,Inc,1989.

Wawan Dhwanto dan falahah, “ERP menyelaraskan teknologi informasi dengan

strategi bisnis”, Informatika Bandung 2007.

Robbin Stephen P & Coulter Marry (2012). Management & Information System(2th

edition). Kota:John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd.

 Edition, Prentice Hall International, Ner Jersey, 2005.

 Edition, Marianus Sinaga, Erlangga,




DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama :Yoga Sena Wahyu Hutama

Tempat, tanggal lahir :Jakarta, 18 Oktober 1993

Jeniskelamin :Laki-Laki

Alamat :Jl. Hj Domang, Kebon Jeruk, Jakarta

No. telpon : 085727159990

Riwayat pendidikan dan kursus

1. 1999 - 2005 : SD N 01 Taman Sari

2. 2005 - 2008 : SMP N 1 Kerjo Karanganyar

3. 2008 - 2011 : SMK N 2 Karanganyar

4. 2011 - sekarang : UniversitasBina Nusantara

Pengalamankerja : Free Lance Waiters di Kompas Gramedia 2011 - 2012

Komentar