BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini sudah berkembang dengan sangat
pesat. Perkembangan tersebut diikuti dengan munculnya bermacam-macam penerapan
teknologi informasi yang terutama berkaitan dengan penyimpanan dan juga pengolaan
data. Pihak pelaku bisnis seperti organisasi ataupun perusahaan terus berusaha
untuk melakukan inovasi-inovasi agar dapat menerapkan sistem penyimpanan, dan
pengolaan data yang baik. Suatu perusahaan berusaha untuk menjadi yang terbaik
di antara pesaingnya dengan memberikan nilai lebih baik kepada perusahaan itu
sendiri dan juga pelanggannya, hal ini bisa diwujudkan jika perusahaan sudah
mampu menggunakan data yang mereka miliki dengan semaksimal mungkin
Di dalam
persaingan dunia bisnis perusahaan membutuhkan informasi yang akurat dan
tersusun secara rapih , hal ini dapat diwujudkan dengan penerapan data
warehouse dan business intelligence maksud dari penerapan data warehouse dan
business intelegent adalah untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan lain
yang dimana produk tersebut dapat merebut hati pelanggan dan dapat menarik
minat dari calon pelanggan baru.
1.2
Ruang Lingkup
Dalam penulisan
yang bertemakan Data warehouse dan
business intelligence ini penulis menentukan beberapa poin penting untuk
dijadikan ruang lingkup penelitian. Ada pun beberapa ruang lingkup tersebut
adalah:
1. Sejarah business intelligence
·
Di dalam ruang lingkup ini penulis akan menjelaskan
tentang sejarah singkat dari business intelligence agar pembaca dapat lebih
memahami tentang asal-usul dari BI
2. Implementasi Business Intelligence
·
Penulis akan membahas pendekatan untuk
melakukan pengimplementasian pada BI agar pembaca dapat lebih memahami metode
pendekatan yang dapat digunakan untuk pengimplementasian BI
3.
Data
Warehouse
·
Di dalam ruang lingkup ini penulis akan membahas
tentang Data warehouse agar pembaca dapat memahami lebih dalam tentang data
warehouse.
4.
Data mart
·
Penulis akan membahas apa yang dimaksud
dengan data mart dan manfaatnya bagi
perusahaan.
5.
BI
dashboard
·
Pada bagian ini penulis akan membahas
tentang apa itu BI dashboard dan apa fungsi dari BI dashboard tersebut bagi
perusahaan.
6.
Langkah-langkah solusi proses BI
·
Pada bagian ini penulis akan membahas tentang
keseluruhan proses dalam BI
7.
Faktor-faktor penyebab kegagalan Implementasi BI
·
Pada bagian ini penulis akan membahas
tentang factor apa saja yang dapat mengakibatkan kegagalan dalam implementasi
BI
8. Pemanfaatan BI
·
Pada bagian ini penulis akan membahas
tentang manfaat yang diberikan oleh BI.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari Penelitian adalah:
·
Memberikan penjelasan tentang pengertian
Supply BI dan Data warehouse.
·
Memberikan penjelasan tentang metode
pendekatan untuk pengimplementasian BI dan dataware house.
·
Menjelaskan tentang manfaat dari BI.
Manfaat yang akan diperoleh:
·
Pembaca dari penulisan ini terutama
perusahaan dapat memahami secara penuh apa itu BI dan Data warehouse sehingga dalam penerapannya bisa dilakukan
secara benar, efektif dan efisien.
·
Pembaca dari penulisan ini dapat mempelajari
permasalahan-permasalahan tersebut dan dapat mempelajarinya sehingga apabila
perusahaan mengalami permasalahan tersebut, perusahaan bisa secara cepat
mengetahui solusinya.
·
Pembaca dari penulisan ini dapat
memahami manfaat dari BI dan data warehouse sehingga dapat mempertimbangkan
baik atau buruknya.
1.3 Metodologi Penelitian
Dalam pembuatan karya
ilmiah ini penulis menggunakan studi pustaka sebagai metode pengumpulan data
yang penulis butuhkan untuk memperkuat hipotesa yang penulis sertakan dalam
penulisan karya ilmiah ini. Studi pustaka yang kami lakukan adalah mengumpulkan
data yang kami butuhkan dari buku, majalah, dan jurnal-jurnal online yang
tersedia di internet. Selain itu penulis juga menggunakan artikel-artikel yang
ada di internet sebagai acuan untuk pencarian data.
1.4 Sistematika Penulisan
Penulisan karya ilmiah
ini dijabarkan dalam empat bab
yang terdiri dari:
BAB
1 : PENDAHULUAN
Bab pertama ini menguraikan latar belakang
penulisan paper,
ruang lingkup yang berisi batasan pembahasan yang terdapat di dalam topik ini,
tujuan dari penulisan dan manfaat apa saja yang diharapkan, metodologi
pembuatan paper,
dan sistematika penulisan yang digunakan yang penulis gunakan.
BAB
2 : LANDASAN TEORI
Bab kedua menguraikan
mengenai pembahasan konsep dan landasan teori yang terbagi dalam teori-teori
umum dan teori-teori khusus yang berhubungan dengan topik yang dibahas sebagai
landasan dalam penulisan paper Data warehouse dan business intelligence ini.
BAB
3 : PEMBAHASAN
Bab ketiga menguraikan mengenai pembahasan
topik yang kami sajikan, di bab ketiga ini juga kami menjelaskan hasil penelitian
kami secara detail agar bisa dimengerti oleh pembaca.
BAB
4 : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab keempat merupakan bab penutup
yang berisi kesimpulan yang telah diperoleh penulis dari hasil penelitian
sesuai dengan topik yang diangkat, serta berisi saran-saran terhadap pihak yang
terkait agar dapat memanfaatkan paper
ini dengan baik.
BAB
2
LANDASAN
TEORI
2.1
Teori – Teori Umum
Dalam analisa dan perancangan
sistem informasi penulis harus memahami terlebih dahulu pengertian sistem
informasi agar dapat melakukannya.
Berikut adalah pengertian sistem informasi secara
umum:
2.1.1
Sistem
Sistem sudah sangat mempengaruhi
dunia bisnis dan sudah menjadi bagian persaingan bisnis di jaman yang sudah
berkembang ini dalam mendukung semua aktivitas pada perusahaan.
Menurut Satzinger, Jackson, dan
Burd (2005, p30) berpendapat bahwa sistem adalah kumpulan komponen yang saling
berhubungan dan berfungsi untuk mencapai sebuah hasil.
Dari definisi di atas, dapat
disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan komponen yang terintegrasi dan
memiliki maksud dan tujuan yang sama dan mengeluarkan output.
2.1.2
Informasi
Informasi berasal dari pengelolahan
data yang menjadi sebuah komponen diperlukan saat perusahaan melakukan
pengambilan keputusan, dan melakukan perencanaan kedepannya.
Menurut Rainer & Cegielski (2009, p10), informasi adalah data yang
sudah dikelola yang menghasilkan suatu nilai dan arti bagi penerimanya.
Menurut Rainer & Cegielski
(2011, p10) informasi merupakan data-data yang telah diorganisir sehingga
memiliki arti dan nilai bagi penerimanya.
Kesimpulan yang penulis ambil adalah
informasi merupakan pengolahan data yang lebih lanjut dan memiliki nilai dan
manfaat tersendiri untuk penggunanya.
2.1.3
Sistem Informasi
Sistem informasi sangat dibutuhkan
dalam suatu kegiatan pada perusahaan saat ini, seperti menggunakan teknologi
komputer dalam melakukan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, analisis untuk
mencapai sebuah tujuan dalam kegiatan perusahaan.
Menurut Satzinger, Jackson, dan
Burd (2005, p7) berpendapat, merupakan komponen yang saling berhubungan dalam
mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan sebagai hasil.dari
kebutuhan informasi untuk menyelesaikan pekerjaan bisnis.
Sedangkan menurut O’Brien &
Marakas (2010, p4), sistem informasi dapat merupakan kombinasi teratur apapun
dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan
sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam
sebuah organisasi.
Kesimpulannya adalah sistem
informasi merupakan kolaborasi antara sistem, manusia, komputer serta jaringan
komunikasi yang menghasilkan suatu informasi yang berguna bagi user.
2.2. Teori-Teori Khusus
2.2.1
Business Intelligence
Menurut Rud,
Business Intelligence (BI) adalah sebuah kumpulan teori, metodologi, arsitektur
dan teknologi yang dapat merubah data mentah menjadi informasi yang berguna dan
bermanfaat untuk kepentingan bisnis. BI dapat menangani sejumlah data yang
tidak terstruktur dengan jumlah yang sangat besar dan kemudian dapat membantu
mengidentifikasi, mengembangkan ataupun membuat peluang-peluang bisnis yang
baru. Dalam kata lain, BI membuat sekumpulan data dengan jumlah yang besar
dapat dengan mudah ditangani. Memanfaatkan peluang baru dan mengimplementasikan
sebuah strategi yang efektif dapat menyediakan keunggulan persaingan pasar dan
stabilitas jangka panjang.
2.2.2
Data Warehouse
Data
Warehouse adalah database yang digunakan untuk keperluan pembuatan laporan dan
juga analisis data. Integrasi data dari satu sumber ke sumber lainnya membuat
sebuah tempat penyimpanan data yang sifatnya terpusat, atau yang disebut juga
sebagai Data Warehouse itu sendiri. Data Warehouse menyimpan data saat ini dan
juga data yang ada di masa lalu dan kemudian digunakan untuk membuat laporan
yang ditujukan kepada manajemen seperti contohnya laporan tahunan dan juga
perbandingan per kuartal.
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1
Sejarah Business Intelligence
Istilah BI
pertama kali didegungkan pada tahun 1989 oleh Howard Dresner. Dia menggambarkan
istilah tersebut sebagai seperangkat konsep dan metode yang berguna untuk
meningkatkan pengambilan suatu keputusan dengan bantuan sistem yang berbasiskan
sebuah fakta atau realita yang sedang terjadi. Menurut tim studi BI pada
Departemen Keuangan Indonesia menyatakan, BI merupakan sistem atau aplikasi
yang berfungsi untuk mengubah data-data dalam suatu perusahaan atau
organisasi(data operasional, data transaksional, dan data-data lainnya) ke
dalam suatu bentuk pengetahuan. Aplikasi ini merupakan analisis data-data
dimasa lampau, menganalisisnya dan kemudian menggunakan pengetahuan tersebut
untuk mendukung pengambilan suatu keputusan dan perencanaan
organisasi/perusahaan(Indonesia, 2007). Dari definisi tersebut bisa dikatakan
bahwa BI merupakan suatu sistem pendukung keputusan yang berdasarkan pada
fakta-faktar kinerja perusahaan. BI juga berguna untuk mengifisienkan
finansial, manusia, material serta beberapa sumber daya lainnya.
3.2
Implementasi Business Intelligence
Dalam membangun
dan mengimplementasikan BI dalam suatu organisasi/perusahaan, terdapat 3
pendekatan yang dapat digunakan. Masing-masing dari pendekatan tersebut
mempunyai kelebihan dan kelemahan, dimana pilihan dari startegi tersebut
berdasarkan kondisi dan kebutuhan organisasi yang akan membangun BI. Pendekatan
tersebut antara lain sebagai berikut:
A. Top-Down
Approach
Pendekatan top-down sangat tepat untuk organisasi yang akan membangun BI
dimana pada waktu yang bersamaan organisasi tersebut juga sedang melakukan
proses bisnis secara menyeluruh diseluruh aspek organisasi/perusahaan. Pada
pendekatan ini, kerangka data warehouse
secara menyeluruh harus disusun terlebih dahulu, baru kemudian diikuti oleh
data warehouse departemental (data
mart).
Kelebihan
pendekatan ini:
-Pembangunan
BI langsung mencakup data seluruh organisasi.
-Kerangka
BI akan lebih terstruktur, bukan gabungan dari datamart.
Kekurangan pendekatan ini:
-Waktu
implementasi lebih lama.
-Risiko
kegagalan sangat tinggi karena kerumitannya.
B. Bottom-Up Approach
Hal ini merupakan kebalikan dari
pendekatan sebelumnnya, dalam pendekatan bottom-up
Bi yang disusun justru dari tingkat departemental(departemental data warehouse) baru kemudian diintegrasikan
menjadi data warehouse secara
keseluruhan .
Kelebihan pendekatan ini:
-Risiko kegagalan
relatif lebih kecil.
-Memungkinkan
anggota tim proyek untuk berlajar lebih baik.
Kekurangan pendekatan ini:
-Data
tidak konsisten.
C. Tactical
Approach
Pendekatan ini mengkombinasikan
kedua-kedua pendekatan sebelumnnya untuk mendapatkan kelebihannya. Dalam
pendekatan ini, pengembangan BI di suatu organisasi akan dimulai dari
perencanaan dan pendefinisian arsitektur kebutuhan data warehouse organisasi secara keseluruhan. Baru kemudian akan
dilakukan serangkaian pembuatan BI pada tiap departemen yang membutuhkan.
Data Warehouse adalah bagian penting dari penerapan
Business Intelligence, karena data warehouse adalah sumber data Business
Intelligence untuk melakukan analisis ekstensif oleh pengguna. Secara sederhana
data warehouse adalah kumpulan data yang dihasilkan untuk mendukung pengambilan
keputusan. Data warehouse juga merupakan repositori data saat ini dan data
histori yang berpotensi dapat digunakan oleh seluruh eksekutif diperusahaan.
Data biasanya terstruktur dan tersedia dalam bentuk siap diolah untuk kegiatan
analisis, hal yang dimaksud tersedia dalam bentuk siap diolah adalah data
warehouse mengumpulkan data dari berbagai sumber yang biasanya tidak memiliki
format yang sama karena itu data yang tersedia di data warehouse siap diolah.
Untuk itu diperlukan tahap transformasi untuk menyamakan semua format pada data
yang ada yang sama agar digunakan untuk pengambilan keputusan.
Ada pun karakteristik data warehouse sebagai berikut:
·
Berorientasi
pada subjek : Data yang diatur oleh
subyek yang dirinci, seperti penjualan, produk, atau pelanggan, yang hanya
berisi informasi yang relevan untuk mendukung keputusan. Orientasi subjek
memungkinkan pengguna untuk menentukan tidak hanya bagaimana bisnis mereka
berjalan.
·
Variasi
waktu : warehouse memelihara data lama (histori). Data tersebut tidak perlu
disediakan statusnya saat ini (kecuali di dalam sistem yang real time).
·
Non-volatile: Setelah data yang masuk ke gudang data tidak
dapat berubah dan tidak dapat diperbarui. Data yang sudah rusak dibuang dan
diubah menjadi record sebagai data baru.
Data mart adalah seperti bagian kecil dari data warehouse
yang dibagi ke dalam beberapa divisi. Data mart biasanya lebih kecil dan
berfokus pada subjek atau departemen tertentu.. Sebuah data mart dapat
bergantung atau independen.
Sebuah dependent data mart adalah subset yang dibuat
langsung dari data warehouse. Jenis ini memiliki keuntungan menggunakan model
data yang konsisten dan menyediakan data yang berkualitas. Data mart Dependent
mendukung konsep model data tunggal perusahaan-lebar, tetapi data warehouse
harus dibangun terlebih dahulu. Data mart independen adalah desain warehouse
kecil untuk Strategic Business Unit atau departemen. Sumber untuk data mart
independen tidak berasal dari data warehouse.

Figure 3 Data Mart Illustration
BI dapat membantu
perusahaan untuk membuat keputusan dengan mengolah data yang dimiliki
perusahaan. Dari banyak data teknologi BI dapat membantu pengguna untuk
memahami situasi saat ini yang dihadapi perusahaan. Sebagai contoh seperti
ketika perusahaan perlu mengambil tindakan sehubungan dengan situasi yang
dihadapi perusahaan, seperti ketika mereka perlu untuk mengisi ulang stok
produk mereka atau kinerja pengendalian.
Tapi setiap pengguna
tentu saja mengharapkan laporan dari sistem karena mereka sudah menginvestasikan
banyak uang dalam membangun BI. Setiap eksekutif tidak ingin hanya membaca
deretan teks yang memberikan informasi. Memang benar bahwa dari laporan yang
diterima bisa mendapatkan informasi karena biasanya laporan ringkasan data.
Tapi pengguna biasanya lebih suka gambar grafis yang bagus dan juga dapat
memberikan informasi tentang situasi saat ini atau juga dapat memberikan
analisis untuk meramal kejaadaian akan datang.
Itulah sebabnya BI
menyediakan dashboard yang memberikan gambar grafis yang dapat digunakan untuk
memberikan informasi dan pengambilan keputusan. Dashboard itu sendiri dapat
membantu pengguna dalam mengelola kinerja perusahaan. Gambar di dashboard BI
memberikan informasi dari banyak data untuk pengambilan keputusan.

3.6
Langkah-Langkah Solusi Proses Business Intelligence
Menurut Ronald
(2008) ada beberapa bagian dalam solusi BI yaitu, keseluruhan proses dalam
BI dapat diterjemahkan menjadi
langkah-langkah dibawah ini:
1. Mengidentifikasi masalah bisnis yang
perlu diselesaikan dengan gudang data dan menentukan data yang diperlukan untuk
menyelesaikan masalah tersebut.
2. Identifikasi lokasi dari
data-data yang diperlukan dan mengambilnya dari sumber penyimpanannya.
3. Merubah data yang diperoleh dari beragam
sumber tersebut ke dalam data yang konsisten.
4. Mengambil
data yang telah dirubah tersebut ke dalam lokasi yang tersentralisasi.
5. Membuat sebuah gudang data dengan data
yang ada didalam lokasi tersentralisasi tersebut.
6. Memasang sebuah produk atau aplikasi yang
dapat memberikan akses ke data yang dalam cube tadi.
3.7
Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Implementasi Business Intelligence
Terdapat
beberapa faktor yang harus dihindari agar implementasi BI di suatu
organisasi/perusahaan bisa berjalan dengan sukses. Hal ini sangat penting
diperhatikan karena upaya implementasi BI biasanya akan membutuhan sumber
daya(dana, waktu, tenaga) yang relatif cukup besar. Faktor tersebut adalah:
A.
Perencanaan yang kurang matang
Implementasi BI tidak mungkin
berhasil tanpa perencanaan yang matang. Kondisi tersebut antar lain ditunjukkan
dengan adanya rendahnya konsistensi dukungan pimpinan terhadap proyek BI itu
sendiri dan rendahnya tingkat kerjasama antara bagian diorganisasi dalam
mewujudkan BI.
B.
Kualitas data yang kurang baik
BI tidak akan dapat digunakan
dengan baik jika data yang akan dianalisis merupakan data yang kurang baik
kualitasnya. Data yang kurang baik akan menghasilkan informasi yang tidak baik
dalam pengambilan sebuah keputusan.
C.
Kurangnya mengantisipasi perubahaan diorganisasi
Sistem BI beserta implementasinya
sering kali mengalami suatu perubahan dan organisasi patut menganstisipasi hal
tersebut. Perubahan yang terjadi diorganisasi juga membutuhkan antisipasi pada
sistem BI yang dipakai. Untuk itu organisasi/perusahaan perlu memperhitungkan
sumber daya yang dipakai.
D. Pengadaan
sistem BI yang one-stop shopping
Sampai dengan saat ini, belum ada
sistem BI yang siap untuk dipakai(cocok) untuk semua jenis organisasi yang
membutuhkannya. Untuk itu pengadaan BI di suatu organisasi memerlukan suatu
proses penyempurnaan yang berkelanjutan dan bukan hanya sekedar pembelian
sistem yang hanya sekali beli yang dapat digunakan tanpa adanya pengembangan
dan penyempurnaan. Kebutuhan infrastruktur seperti server dan jaringan juga
harus diakomodasikan karena akan terus berkembang menyesuaikan banyaknya data
yang akan disimpan.
3.8
Pemanfaatan Business Intelligence
BI
dapat dimanfaatkan antara lain sebagai berikut;
1. Peningkatan
Loyalitas pelanggan dengan implementasi BI pada CRM. Integrasi CRM dengan BI
dapat menghasilkan keuntungan yang lebih banyak disamping juga memangkas biaya
operasional perusahaan. Implementasi CRM yang berfokus pada sudut pandang
konsumen yang membutuhkan usaha dan biaya yang tidak sedikit khususnya untuk
mengintegrasikan seluruh data perusahaan yang tersebar diseluruh cabang
perusahaan.
2. Menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk
perusahaan. Strategi pemasaran:segmentasi pasar, target pasar, penempatan
posisi. Pada segmentasi pasar, membagi sebuah pasar ke dalam kelompok pembeli
yang khas berdasarkan kebutuhan, karak, perilaku yang memungkinkan membutuhkan
produk atau suatu bauran pemasaran yang terpisah. Pada target pasar, sebuah
proses mengevaulasi daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih
segmen yang dimasuki. Pada penempatan posisi, mengatur produk supaya dapat
menempati posisi pada benak konsumen yang jelas khas, dan diinginkan secara
relatif dari produk pesaing.
Bab 4
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Kompetisi ketat
bisnis saat ini, kualitas dan waktu yang singkat dari informasi bisnis untuk
sebuah organisasi tidak hanya untung dan rugi saja; mungkin lebih kepada dapat
bertahan atau gulung tikar. Tidak ada or-ganisasi bisnis yang menyangkal
keuntun-gan dari BI.
Laporan analisis
industri ter-baru, jutaan orang akan menggunakan Vis-ual Tools BI dan analisis
setiap hari.
BI dapat
membantu perusahaan untuk membuat keputusan dengan mengolah data yang dimiliki
perusahaan. Dari banyak data teknologi BI dapat membantu pengguna untuk
memahami situasi saat ini yang dihadapi perusahaan. Sebagai contoh seperti
ketika perusahaan perlu mengambil tindakan sehubungan dengan situasi yang
dihadapi perusahaan, seperti ketika mereka perlu untuk mengisi ulang stok
produk mereka atau kinerja pengendalian
Kedepannya trend
BI akan digabungkan dengan AI (Artificial Intelligence). AI telah digunakan
pada aplikasi bisnis sejak tahuan 1980an, dan sangat berguna untuk meme-cahkan
problem yang komplek dan teknik pendukung keputusan dalam real-time ap-likasi
bisnis. Ini tidak akan lama lagi sebe-lum aplikasi AI merger dengan BI, berbagi
dalam era baru didalam bisnis. Untuk men-jalankan integrasi, vebdor BI memulai
untuk menggunakan SOA (Services Oriented Archi-tecture) dan Enterprise
Information Integra-tion (EII).
4.2
Saran
Sebaiknya untuk
perusahaan yang akan Implementasi BI harus memperhatikan perencanaan yang matang karena suatu
penerapan sistem tidak mungkin berhasil tanpa perencanaan yang matang. Kondisi
tersebut antar lain ditunjukkan dengan adanya rendahnya konsistensi dukungan
pimpinan terhadap proyek BI itu sendiri dan rendahnya tingkat kerjasama antara
bagian diorganisasi dalam mewujudkan BI.
Pada sisi lain
sebaiknya perusahaan dalam melakukan implementasi juga memperhatikan Sistem BI
beserta implementasinya sering kali mengalami suatu perubahan dan organisasi
patut menganstisipasi hal tersebut. Perubahan yang terjadi diorganisasi juga
membutuhkan antisipasi pada sistem BI yang dipakai. Untuk itu
organisasi/perusahaan perlu memperhitungkan sumber daya yang dipakai.
Menurut kami
sampai dengan saat ini, belum ada sistem BI yang siap untuk dipakai(cocok)
untuk semua jenis organisasi yang membutuhkannya. Untuk itu pengadaan BI di
suatu organisasi memerlukan suatu proses penyempurnaan yang berkelanjutan dan
bukan hanya sekedar pembelian sistem yang hanya sekali beli yang dapat
digunakan tanpa adanya pengembangan dan penyempurnaan. Kebutuhan infrastruktur
seperti server dan jaringan juga harus diakomodasikan karena akan terus
berkembang menyesuaikan banyaknya data yang akan disimpan.
Komentar
Posting Komentar